Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Peperangan Utsman Bin Az-Zubair Dengan George Raja Afrika


Urusan Kita Makin Panjang Bersama Mereka
Pada tahun 26 Hijriyah, Utsman bin Az-Zubair diberangkatkan bersama sekelompok pasukan ke Afrika untuk membawa berita kemenangan. Ia pun berangkat dengan penuh semangat sampai berjumpa dan tinggal bersama kaum muslimin di sana. Setibanya di sana, teriakan dan takbir menggema di kalangan umat Islam. George, Raja Afrika, menanyakan apa yang terjadi. Ada yang bilang, “Sekelompok pasukan datang pada mereka.” Jelas demikian itu bisa menghancurkan kekuatannya. Selain itu, ia juga melihat Abdullah setiap hari di antara pasukan muslim berperang dari pagi hingga Siang. Ketika adzan dikumandangkan, terdengar seseorang dari pesuruh George berseru, “Barang siapa bisa membunuh Abdullah bin Sa’d, ia akan mendapatkan imbalan seratus ribu dinar, dan kunikahkan dengan putriku.”
Abdullah pun mulai mengkhawatirkan dirinya. Dalam pada itu, Ibnu Az-Zubair mendatangi Abdullah bin Sa’d dan berkata, “Suruh seseorang untuk menyerukan, ‘Barang siapa berhasil membawa kepala George, kuberi dia harta rampasan perang sebanyak seratus ribu dinar, kuni­kahkan dengan putrinya, dan kuangkat dia sebagai penguasa di negerinya.”‘ Abdullah pun menjalankan sa­ran Ibnu Az-Zubair. Mendengar seruan itu, ketakutan George lebih besar daripada kekhawatiran Abdullah bin Sa’d.
Selanjutnya, Abdullah bin Az-Zubair berkata kepada Abdullah bin Sa’d, “Urusan kita dengan mereka semakin panjang. Mereka terus mendapatkan bantuan. Daerah ini negeri mereka. Sementara itu, kita terputus dari umat Islam dan negerinya. Aku punya ide, besok kita tinggalkan sekelompok pasukan yang terdiri dari prajurit muslim yang saleh untuk bersiap-siap di kemah. Sementara itu, dengan sisa pasukan yang ada kita perangi Romawi sampai mereka bosan. Nah, jika mereka dan umat Islam kembali dari medan perang, ganti muslim yang ada di kemah dan tidak ikut berperang memerangi mereka seketika. Semoga dengan begitu Allah Subhanahu wa Ta’ala  menolong kita.”
Selanjutnya, Ibn Sa’d memanggil beberapa orang sahabat untuk diajak musyawarah. Mereka pun menyetujui rencana itu. Pagi berikutnya, Ibnu Sa’d menjalankan rencana Ibnu Az-Zubair. Kaum muslim yang pemberani tinggal di kemah, sedangkan kuda mereka sudah dipasangi pelana. Sisa pasukan berangkat untuk memerangi Romawi sampai siang. Seperti biasa, Romawi bermaksud keluar dari gelanggang. Tetapi, Ibnu Az-Zubair memaksa mereka bertahan dan terus berperang sampai mereka kelelahan. Beberapa saat kemudian, ia dan pasukan muslim pun kembali dari medan perang. Masing­masing pasukan meletakkan senjata karena kelelahan. Pada saat itu, Ibn Az-Zubair membawa pasukan muslim yang pemberani dan beristirahat di kemah menuju Romawi. Pasukan Romawi tidak menyadari kedatangan mereka, sampai pasukan muslim berbaur di tengah mereka. Mereka pun bertakbir. Karena tidak sempat menyandang senjata, mereka pun dihabisi umat Islam. Abdullah melihat George keluar dari pasukannya. Bersama beberapa orang ia mengejar dan membunuhnya.
Ibnu Az-Zubair melihat George di belakang pa­sukannya di atas kuda berwarna kelabu. Ia bersama dua orang budak perempuan yang menaunginya dengan bulu merak. Di antara dia dengan pasukannya terbentang hamparan putih. Tidak ada seorang pun di sana. Maka, Ibnu Az-Zubair memilih tiga puluh penunggang kuda muslim untuk berangkat bersamanya. Ia menyerang ke arah George sembari berkata pada para penunggang kuda yang bersamanya, “Lindungi punggungku.” Ia pun membelah barisan menuju George. Melihat bahaya, George membelokkan kudanya, tetapi Ibnu Az-Zubair berhasil mengejarnya. Ia menebaskan pedang, dan berhasil memenggal kepala George, lalu menancapkannya di ujung tombak. Gema takbir dikumandangkan. Pasukan muslim menyerang dari sisi yang lain. Musuh dari segala penjuru pun berhasil ditaklukkan. Dan, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi pertolongan pada umat Islam. [ Lihat, Asad Al-Ghabah jilid. 3, hlm. 162, Al-Kamil jilid. 3, hlm. 34, dan Tahdzib Ibnu Asakir jilid. 7, hlm. 401.]
Sumber: “Kisah Orang-Orang Shaleh Dalam Mendidik Anak”, Syaikh Ibrahim Mahmud 
(Sumber:http://kisahislam.net)

Minggu, 16 Desember 2012

Karena Sombong Akhirnya Direndahkan Allah

Suatu ketika ada seorang laki-laki sedang menjalankan ibadah haji.ketika dia sedang thawarf,dia melihat seorang laki-laki yang diiringi parabudak dan pembantunya.merke membukakan jalan untuk tuannya.Tuan itu pun merasa bangga atas kebesaranyya.Begitu di depan ka'bah,dia masih saja berlaku seperti itu padahal dia sedang menunaikan ibadah haji.

 Lalu,lelaki tadi kembali ke negerinya,begitu juga dengan tuan yang sombong tadi.Hari,bulan,dan tahun pun berlalu.Pada suatu hari,lelaki itu melihat seirang fakit yang berpakaian lusuh dan menadahkan tangan meminta-minta di jalan.ketika lelaki tadi sudah dekat dengan si fakir dia melihatnya dengan kaget dan penuh keheranan.Si fakir itu pun meminta-minta kepadanya.

  Kemudian,lelaki itu berkata,
"Sungguh,wajahmu menyerupai seseorang yang kulihat ketika aku sedang thawaf  beberapa tahun lalu."

  Si fakir pun menceritakan keadaannya lalu berkata,"Ya,aku adalah orang tang engkau lihat dulu di depan Ka'bah.Aku merasa  sombong di tempat di mana orang merendahkan dirinya di hadapan Allah.Oleh karenanya,Allah merendahkanku ditempat orang merasa tinggi"


Sumber:Buku 50 Kisah Edukatif  Islami Pengantar Tidur karangan Lutfi Yansyah El Sanusy

Selasa, 27 November 2012

Alim Tapi Mati Su'ul Khatimah

Alim Tapi Mati Su'ul Khatimah

Sungguh di luar dugaan, seorang murid paling alim ini ternyata ahli maksiat. Dalam kondisi sakaratul maut, dirinya pun menolak dibacakan Yasin bahkan syahadat, sehingga membuatnya meninggal dalam keadaan Su'ul Khatimah.

Kisahnya.
Fadhil bin 'Iyadh adalah salah seorang tokoh syeikh tarekat, ia mempunyai seorang murid kesayangan. Muridnya tersebut tergolong salah satu murid yang paling alim di antara murid-murid lainnya. Dalam kesahariannya, murid Fadhil tersebut sangat santun dalam bertutur kata dan sopan dalam menjaga sikapnya.
Oleh karena itu, dirinya pun mengajarkan semua yang diketahui olehnya kepada sang murid dengan harapan muridnya kelak mampu menurunkan ilmu yang dimilikinya.

Sakit Keras.
Namun semua itu tak disangka oleh sang guru ketika dalam usia yang masih cukup muda muridnya terserang suatu penyakit yang cukup ganas. Bahkan oleh dokter yang memeriksa kala itu, si murid divonis tak akan bisa sembuh dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Dalam kondisi yang serba kebingungan tersebut, si murid lantas diberi saran oleh sang dokter. Bahwa jika dirinya ingin sembuh dari penyakit ganas tersebut, maka hendaklah minum khamr.
"Berarti saya harus meminum minuman yang memabukkan itu?" tanya si murid.
"Hanya itu yang bisa menyembuhkan penyakitmu," jawab sang dokter.

Tanpa diketahui oelh sang guru, si murid pun mulai meminum khamr demi kesembuhan penyakit yang dideritanya. Akibat perbuatannya tersebut, dirinya lantas ketagihan dan mulai mabuk-mabukan setiap harinya.
Kini, si murid pun juga mulai berani menghasut teman-temannya. Bahkan dirinya juga sampai berani mengadu domba hingga menyebabkan permusuhan diantara para teman-temannya. Hanya saja dirinya mampu menutupi semua perbuatannya itu di depan gurunya sehingga dirinya masih mendapatkan citra yang positif di mata gurunya.

Berbuat Dosa.
Tahun berganti tahun, penyakit yang diderita oleh si murid pun semakin parah sehingga dirinya mengalami sakaratul maut. Menjelang kematiannya, sang guru pun datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya.
Ketika sang guru hendak membacakan surat Yasin, tiba-tiba si murid berkata,
"Wahai guruku, jangan bacakan surat ini."

Sang guru terdiam, lalu dirinya m,embimbing murid yang dicintainya itu agar membaca لا اله الله. Sekali lagi sang murid juga menolak dan berkata,
"Aku tidak mau membacanya, karena aku tidak menyukainya."
Akhirnya sang murid menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sang guru merasa heran menyaksikan keadaan murid kesayangannya.

Kemudian sang guru pulang dan masuk ke kamarnya, ia berdiam diri di kamarnya, lalu ia bermimpi bahwa muridnya dicampakkan ke neraka Jahannam. Dalam mimpinya ia bertanya kepada muridnya,
"Mengapa Allah mencabut makrifat darimu, padahal kamu termasuk muridku yang paling alim?"
"Allah mencabut makrifatku karena 3 hal:
Pertama, karena namimah (mengadu domba). 
Kedua karena hasut, aku dengki kepada sahabat-sahabatku, 
dan yang ketiga, demi kesembuhan penyakitku, aku ikuti nasehat dokter dengan meminum khamr. Itulah tiga hal yang menyebabkan aku Su'ul Khatimah, mengakhiri hidup dengan keburukan," jawab sang murid dalam mimpi gurunya.


sumber:kisahislamiah.blogspot.com

Jumat, 09 November 2012

Bung tomo pahlawan nasional



Bung Tomo, pemimpin revolusioner yang disegani di Surabaya, terus membakar semangat pemuda dan rakyat Jawa Timur. Orasinya yang sangat agitatif terus disiarkan melalui radio selama konfrontasi berlangsung antara rakyat Surabaya dengan pihak tentara Inggris sejak awal November 1945. Puncaknya pada 10 November 1945 pagi, Bung Tomo melalui radio dengan lantang meneriakkan:
“Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati. Dan kita yakin saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita. Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-sauadara, Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu akbar…. Allahu Akbar…. Allahu Akbar…. Merdeka!”
Teriakan takbir itu seolah menghilangkan rasa gentar dan khawatir dalam diri rakyat dan pemuda Surabaya. Pasukan Inggris dengan peralatan perangnya yang lengkap, awalnya sangat percaya diri bisa menaklukkan Surabaya dalam tempo tiga hari, namun perhitungan itu meleset. Pertempuran yang berlangsung sengit sejak 10 November 1945 baru berakhir 3 minggu kemudian setelah terjadi perundingan-perundingan antara pihak Inggris dengan pemerintah RI.

Kamis, 08 November 2012

KIsah Umar Bin Khatab dan Jabalah

Hai saudara semuslim lama gak posting maklum belum ada ide nah sekarang penulis mau menceritakan kisah seorang sahabat Rasulullah Umar bersama Jabalah putra raja Gassan yanng masuk islam dan kembali kafir

Kisahnya:Pada suatu hari Jabalah putra Raja Gassan hatinya mulai tertarik dengan islam lalu ia pun mengirim pesan ke Umar Bin Khattab ia akan pergi menemui Umar dan memeluk islam Umar pun menerima pesan  tersebut dengan senang hati lalu Jabalah pun datang dengan banyak pengawal dan kedatangannya disambut baik oleh Umar
 sampai pada suatu hari Jabalah sedang thawaf mengelilingi kabah lalu tiba-tiba ada pria di belakang menginjak bajunya lau Jabalahpun memukul hidung pria itu sampai remuk batang hidungnya
pria itupun mengadukannya kejadian itu kepada Umar dan Umarpun bertanya kepada Jabalah
 "benarkah apa yang kau lakukan" tanya umar
 "ya " jawab Jabalah

 "seandainya aku tidak menghormati baitullah maka aku akan menggal lehernya"   tambah Jabalah

 "hai Jabalah orang itu bisa menuntut balas engakau"

Jabalah pun berkata "bagaimana mungkin aku adalah seorang pangeran sedangkan dia hanya orang biasa"

 "semua orang di hadapan Allah sama yang membedakan hanya amalnya"

 "kalau begitu aku akan masuk nasrani"jawab Jabalah

 "barang siapa yang menukar agamanya akan ku penggal lehernya aku akan memenggal lehermu"

 "beri aku kesempatan semalam"

  khalifah Umar pun memberi kesempatan semalam tetapi saat malam tiba Jabalahpun pergi ke Konstatinopel bersama para pengawalnya dan masuk nasrani.
sampai pada suatu saat ia rteringat masa keislamannya ia ingat shalat,puasa tetapi jalabahpun tetap bertahan pada agamanya(nasrani) dan mati dalam keadaan kufur

Sumber:buku 50 kisah teladan yang diceritakan kembali dengan bahasa penulis